“Luar biasa perjuangan atlet muda Indonesia. Di tengah persaingan ketat, mereka mampu membawa pulang medali dan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia. Ini adalah bintang-bintang masa depan yang diharapkan bisa menggantikan atlet senior di ajang internasional,” ujar Airlangga.

Dua atlet muda Indonesia, Noach Daiki Santoso dan Clara Abigail, tampil sebagai bintang dengan kontribusi signifikan. Keduanya masing-masing menyumbangkan dua medali emas dan satu perak.
Noach yang turun di kelompok A putra meraih emas dari nomor Nan Gun dan Nan Dao, serta perak dari nomor Nan Quan. Sementara Clara yang berlaga di kelompok B putri sukses menyabet emas dari nomor Nan Quan dan Nan Gun, serta perak dari Nan Dao.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi atlet wushu Indonesia berjalan dengan baik. Noach mengaku bangga bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia di ajang dunia.
“Ini pengalaman berharga bagi saya. Kerja keras selama ini terbayar, dan saya bangga bisa mengibarkan Merah Putih serta mengumandangkan Indonesia Raya,” ujar Noach.
Hal senada disampaikan Clara yang mengaku pencapaian tersebut merupakan hasil dari latihan panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit.
“Dua emas ini bukan sekadar kemenangan, tapi hasil dari perjalanan panjang latihan dan pengorbanan. Ini akan menjadi pengalaman yang saya ingat seumur hidup,” kata Clara.


