Pada periode ini, Malaysia membukukan 20 poin, sedangkan Indonesia hanya mampu mencetak 15 poin.
Perolehan tersebut membuat Malaysia berbalik unggul 56-53 menjelang kuarter terakhir. Momentum yang berhasil diraih tim Negeri Jiran itu terus berlanjut hingga akhir pertandingan.
Pada kuarter keempat, Malaysia tampil dominan dengan tambahan 25 poin. Sebaliknya, Indonesia kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mampu menghasilkan 17 poin.
Dominasi Malaysia pada kuarter penentuan akhirnya memastikan kemenangan 81-70 sekaligus mengamankan posisi ketiga FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026.
Meski gagal meraih kemenangan, Indonesia tetap memiliki sejumlah catatan positif. Salah satunya datang dari performa impresif Steven Sebastian.
Pemain muda tersebut tampil sebagai motor serangan tim dengan mencatatkan double-double berupa 24 poin, 14 rebound, dan 4 assist.
Kontribusi Steven menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan tersebut. Namun, performa individu yang menonjol belum cukup untuk membawa Indonesia meraih kemenangan karena permainan tim secara keseluruhan belum berjalan konsisten sepanjang empat kuarter.
Pelatih Timnas Basket U18 Putra Indonesia, Ismael, mengakui bahwa faktor disiplin dan konsistensi permainan menjadi penyebab utama kekalahan timnya dari Malaysia.
“Konsistensi bermain secara tim belum terjaga dengan baik dan beberapa adjustment tidak dilakukan dengan disiplin,” ujar Ismael usai pertandingan.
Menurut dia, sejumlah pemain juga belum mampu menunjukkan performa sesuai harapan sehingga memengaruhi stabilitas permainan, baik saat menyerang maupun bertahan.


