Selain sarana olahraga, Jakarta juga terus memperkuat sistem transportasi publik. LRT Jakarta lintas Velodrome-Manggarai ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang, sementara pembangunan MRT Jakarta terus diperluas hingga kawasan Monas dan Duta Merlin.
Pramono menilai integrasi layanan MRT, LRT, TransJakarta, Transjabodetabek, dan JakLingko akan menjadi kekuatan Jakarta dalam mendukung mobilitas atlet, ofisial, dan kontingen dari berbagai daerah.
“Untuk transportasi, apakah MRT, LRT, Transjabodetabek, TransJakarta, JakLingko dan sebagainya, Jakarta siap mendukung sepenuhnya. Untuk akomodasi juga Jakarta siap,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan konsolidasi sejak awal guna memetakan berbagai kebutuhan dan tantangan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.
Menurut Erick, pemerintah meminta agar 21 cabang olahraga prioritas sesuai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) terbaru wajib dipertandingkan sebagai bagian dari strategi pembinaan prestasi menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Ia juga menegaskan arahan Presiden RI agar penyelenggaraan PON 2028 mengedepankan efisiensi anggaran dengan memaksimalkan fasilitas yang telah tersedia.
“Pesan Bapak Presiden jelas, tidak ada pembangunan venue baru. Yang dilakukan adalah perbaikan dan optimalisasi venue yang sudah ada agar anggaran tetap efisien,” kata Erick.
Dengan dukungan lintas daerah dan koordinasi yang diperkuat sejak dini, pemerintah berharap PON XXII Tahun 2028 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga nasional, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem olahraga Indonesia dan meningkatkan prestasi atlet menuju panggung internasional.|Sumber : Dinas Kominfotik.


