Karena alasan itulah ia memilih membawa keluarganya tinggal bersama di Indonesia, seperti yang pernah ia lakukan saat melatih di negara lain.
“Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah mengenali kebudayaan. Di sini kulturnya berbeda, gaya sepak bolanya berbeda, dan kehidupan sosialnya juga berbeda,” jelas Herdman.
Ia percaya pemahaman budaya merupakan fondasi penting untuk membangun hubungan yang kuat antara tim nasional dan para pendukungnya.
Selain keluarganya, Herdman juga datang bersama asisten pelatihnya, Cesar Meylan, yang dikenal sebagai pelatih fisik andal dan telah lama bekerja bersamanya.
Kehadiran Meylan diharapkan dapat membantu meningkatkan kondisi fisik pemain Timnas Indonesia secara menyeluruh.
Herdman mengaku memiliki pengalaman serupa ketika menangani tim nasional Selandia Baru dan Kanada.
Di Selandia Baru, ia mempelajari budaya Maori dan mencoba mengintegrasikannya ke dalam identitas tim.
Sementara di Kanada, ia menghadapi tantangan menyatukan beragam latar belakang ras dan budaya dalam satu tim nasional.
“Saya sudah bepergian ke beberapa negara bersama keluarga dan staf untuk mempelajari sepak bola dan masyarakatnya. Itu adalah titik awal bagi saya untuk menghubungkan para penggemar dengan tim nasional mereka sendiri,” ungkap Herdman.
Sebagai informasi, John Herdman tidak hanya akan menukangi Timnas Indonesia senior. Ia juga dipercaya menangani Timnas U-23 Indonesia, dengan target dan fokus yang berbeda di setiap ajang.
PSSI berharap pengalaman dan pendekatan menyeluruh Herdman mampu membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.


