Integrasi kedua kawasan melalui Stasiun KRL JIS, JPO penghubung, dan akses baru menuju Ancol diharapkan mampu mendukung mobilitas pengunjung sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar.
“Fasilitas ini akan mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun kegiatan berskala besar. Masyarakat yang datang untuk berolahraga, berwisata, bekerja, atau menghadiri berbagai acara kini memiliki akses yang lebih baik tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi,” kata Pramono.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas konektivitas kawasan dan integrasi transportasi publik merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.
“Kami ingin menghadirkan kawasan olahraga, wisata, dan hiburan yang terintegrasi serta berstandar internasional, menjadi kebanggaan warga Jakarta sekaligus menarik perhatian dunia,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Stasiun KRL JIS telah resmi beroperasi dan mulai melayani penumpang sejak Senin (22/6).
“Per hari ini stasiun ini sudah aktif dan dapat melayani penumpang. Waktu tempuh dari ujung ke ujung kurang lebih 15 menit, sedangkan menuju Kota sekitar 10 menit. Stasiun ini akan terus dikembangkan menjadi stasiun permanen,” jelasnya.
Pemprov DKI Jakarta turut mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pembangunan Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol, mulai dari pemerintah, operator transportasi, BUMD, hingga dunia usaha. Dukungan dari Jakpro serta BTN dinilai berperan penting, termasuk dalam pembangunan JPO yang menghubungkan kawasan JIS dengan Ancol.


