Menurut Regio, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Oecusse, yang diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Timor-Leste. Sektor pariwisata dan hospitality ditetapkan sebagai key driving force pembangunan kawasan karena dinilai mampu memberikan kontribusi ekonomi langsung, menciptakan lapangan kerja, serta menarik investasi.
Dari sisi geopolitik dan regional, Oecusse memiliki posisi strategis karena secara geografis berada di tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini menjadikan Oecusse sebagai simbol komitmen Timor-Leste terhadap rekonsiliasi, dinamisasi kawasan.
Secara konstitusional, Oecusse berada di bawah pengawasan langsung Perdana Menteri Timor-Leste, Xanana Gusmão, yang dikenal sebagai tokoh utama rekonsiliasi nasional.
Seiring bergabungnya Timor-Leste ke dalam ASEAN, peran Oecusse semakin strategis sebagai pintu gerbang kerja sama lintas batas. Kunjungan ke Indonesia kali ini juga dimanfaatkan untuk bertemu tidak hanya dengan calon investor, tetapi juga para visioner dan pemangku kepentingan strategis yang melihat kawasan Indonesia Timur dan Timor-Leste sebagai satu ekosistem masa depan.
Dari sisi infrastruktur, Oecusse dinilai telah siap menopang pembangunan jangka panjang. Kawasan ini memiliki bandara modern berstandar tinggi yang tengah diproses untuk memperoleh sertifikasi internasional sehingga dapat melayani penerbangan langsung dari luar negeri. Selain itu, pelabuhan laut, jaringan jalan perkotaan dan pedesaan, serta konektivitas wilayah terus diperkuat.


