Untuk mempercepat pemulihan, Klinik UMKM Minang Bangkit beroperasi di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat sebagai Command Center dan Service Center pemulihan pengusaha UMKM pascabencana. Klinik ini didukung oleh Bank Indonesia, Sampoerna Entrepreneurship Training Center, PIP, PLUT KUKM Sumatera Barat, Forum PKN, Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Sumatera Barat, ABDSI, dan pemangku kepentingan lain melalui tiga fase pendampingan.
Fase Pulih Mental difokuskan pada pemulihan psikologis dan penguatan motivasi usaha. Fase Pulih Usaha mendorong kembalinya operasional melalui akses pembiayaan, pengelolaan modal, dan manajemen risiko. Fase Tumbuh diarahkan untuk meningkatkan daya saing melalui inovasi produk, strategi pemasaran, digitalisasi usaha, serta penguatan jejaring dan kemitraan.
Dalam pelaksanaannya, pemulihan dilakukan bersama 19 mitra dengan menyalurkan total 1.140 kompor, 1.040 tabung gas, 415 paket bahan baku produksi, 195 peralatan masak, serta 10.000 sak semen. Penyaluran dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah terdampak.
Pada 22–23 Januari 2026, masing-masing 100 kompor dan tabung gas disalurkan ke Padang dan Padang Pariaman. Pengusaha UMKM di Pesisir Selatan menerima masing-masing 115 kompor, tabung gas, dan paket bahan baku produksi, sementara Kabupaten Agam memperoleh masing-masing 250 kompor dan tabung gas serta 300 paket bahan baku produksi.
Selanjutnya, pada 3–4 Februari 2026, Kota Solok dan Kabupaten Solok masing-masing menerima 100 kompor dan tabung gas, serta tambahan 40 peralatan masak disalurkan ke Agam dan Padang Pariaman.


