Norman Chaniago, salah satu pendiri Siwo PWI Jaya, menambahkan bahwa dirinya merasa bangga bisa berkumpul dengan para wartawan dari tiga zaman yang berbeda untuk berbagi cerita dan pengalaman.
“Saya merasa bangga dan kagum bisa hadir di acara ini dan bisa berbagi cerita,” kata Norman yang kini berusia 82 tahun.
Jimmy S Harianto, eks wartawan Kompas, mengungkapkan bahwa kesetiakawanan yang ada pada wartawan olahraga merupakan hal yang unik.
Dia juga menyoroti pentingnya membangun kesetiakawanan di kalangan wartawan online agar bisa saling berbagi informasi.
Selain itu, Adhi Wargono, salah satu senior di Siwo PWI Jaya berharap agar para wartawan tetap sehat dan terus berkarya dalam meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia.
Acara Bukber ini juga menjadi momentum persaudaraan dan dukungan untuk kemajuan PWI Jaya. Para wartawan berharap agar Kesit Budi Handoyo terpilih sebagai Ketua PWI Jaya pada pemilihan yang akan digelar pada 25 April 2024.
Sedangkan Raja Pane menambahkan harapannya agar acara seperti Halal bihalal kedepannya bisa digelar di tempat yang lebih representatif, seperti di GBK Senayan.
Dia juga menekankan pentingnya Kesit Budi Handoyo dalam menyampaikan pesan kepada tokoh sepakbola untuk membangkitkan kembali kondisi sepakbola di Indonesia.
Sedangkan Aktifis Sepakbola tanah air, Sarman El Hakim menyoroti bahwa peran PWI sangat penting dalam mengkritisi federasi sepakbola untuk memastikan kemajuan olahraga ini. Dia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi pemain muda yang harus dilestarikan.


