Dengan diluncurkannya kurikulum ini, Kolegium Kebidanan berharap bisa memperkuat pendidikan profesi bidan di Indonesia secara menyeluruh—bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga nilai-nilai etika, komunikasi, dan kemampuan adaptif terhadap perubahan zaman.
Kegiatan diseminasi kurikulum ini juga diharapkan menjadi forum terbuka untuk menyerap masukan dari berbagai pihak, mulai dari akademisi, tenaga kesehatan, hingga organisasi profesi, agar kurikulum terus berkembang dan berdampak nyata di lapangan.
“Saya harap forum hari ini bisa menghasilkan kurikulum yang kuat dan benar-benar berdampak bagi sistem layanan kesehatan kita,” tutup drg. Arianti.| Sumber Kemenkes RI | Foto : Istimewa.


