Salah satu pembaruan utama di edisi 2025 adalah penggunaan rute baru yang diklaim lebih nyaman dan memungkinkan peserta mencetak waktu terbaik. Jalur baru ini menggunakan 90% jalur utama yang luas dengan jumlah tikungan yang lebih sedikit.
“Lintasan tahun ini kami rancang lebih panjang di jalan-jalan protokol. Lebih lapang dan minim gangguan aktivitas publik, sehingga lebih kompetitif dan aman,” jelas Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Haryo Damardono.
Desain rute ini juga memberikan efisiensi dari sisi pengelolaan lalu lintas dan lebih memudahkan mobilitas masyarakat yang masih beraktivitas di sekitar area lomba.
Kesuksesan LPS Monas Half Marathon 2025 tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Selain Pemprov DKI Jakarta, dukungan datang dari Dinas Kesehatan, komunitas pelari, relawan, masyarakat, hingga para pengguna ruang publik.
Rangkaian koordinasi teknis mencakup pengamanan rute, pengaturan jalur persilangan bagi pejalan kaki, hingga kolaborasi dengan transportasi publik. “LPS Monas Half Marathon bukan sekadar event olahraga, tapi ruang bersama untuk masyarakat merayakan hidup sehat dan aktif,” lanjut Haryo.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan sejumlah inovasi yang dibawa tahun ini, seperti program “Run the Ground” di delapan titik Jabodetabek, yang menjadi sarana pemanasan sekaligus penguatan komunitas lari lintas wilayah.
Selain itu, pelibatan UMKM juga diperkuat dalam penyediaan makanan, minuman, serta merchandise. Inisiatif ini sejalan dengan visi LPS mendorong dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


