BANJARMASIN, TERMINALNEWS.CO – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah (Pemda) dalam memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih merata, tepat sasaran, dan berkualitas.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan Pemda memiliki peran strategis dalam mengusulkan calon debitur potensial melalui sistem yang sudah tersedia.
Hal ini penting agar KUR tidak hanya menyentuh usaha yang itu-itu saja, tetapi juga menjangkau usaha mikro dan kecil baru yang memiliki potensi tumbuh.
“Pemerintah provinsi sudah diberikan ruang dan akses untuk ikut mengusulkan calon debitur KUR. Jadi jangan sampai ada narasi di publik bahwa penyaluran KUR itu susah. Peran aktif Pemda justru jadi kunci agar pengusaha yang memang layak, tapi belum tersentuh pembiayaan, bisa diakomodasi,” ungkap Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara Rakor KUR Regional Kalimantan, Rabu (18/6/2025).

Sebagai contoh, untuk wilayah regional Kalimantan yang meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, realisasi unggah data calon debitur KUR baru mencapai 6,75 persen dari total data unggah nasional.
Padahal penyaluran KUR secara nasional ditargetkan mencapai Rp300 triliun. Target ini mencakup 2,34 juta debitur baru, 1,17 juta debitur graduasi, dan alokasi minimal 60 persen untuk sektor produksi.


