Menariknya, “Boncengan Baru” tidak sepenuhnya meninggalkan akar musik yang selama ini melekat pada diri Mayang. Di balik irama koplo yang energik, masih terasa sentuhan rock yang menjadi bagian dari identitas musikalnya.
Sejumlah musisi dan rekan artis yang hadir dalam acara peluncuran pun menilai perpaduan tersebut menjadi kekuatan tersendiri. Mereka melihat keberanian Mayang bereksperimen tanpa harus kehilangan karakter yang telah dibangunnya selama ini.
“Kalau diperhatikan, lagu ini bukan koplo murni. Masih ada sentuhan rock di dalamnya sehingga musikalitas Mayang tetap terasa,” ujar salah satu tamu yang hadir.
Langkah ini rupanya baru permulaan. Mayang memastikan “Boncengan Baru” bukan satu-satunya karya yang akan hadir dalam balutan musik koplo. Ia telah menyiapkan sejumlah single baru yang nantinya diharapkan dapat dirangkum dalam sebuah album penuh.
“Pastinya tidak berhenti di sini saja. Akan ada single-single koplo berikutnya dan insya Allah nanti menjadi album koplo Mayang,” katanya.
Melalui perjalanan musikal yang baru ini, Mayang ingin membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas genre. Baginya, karya adalah ruang terbaik untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjawab berbagai respons publik. Dengan semangat bereksplorasi, ia berharap dapat menjangkau pendengar yang lebih luas tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang musisi.


