“Dari museum akan lahir pengetahuan, imajinasi, dan narasi yang menjadi fondasi industri budaya dan industri kreatif kita,” katanya.
Kementerian Kebudayaan mencatat hingga April 2026 terdapat 516 museum di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 373 museum telah teregistrasi dalam Nomor Registrasi Nasional Museum dan 234 museum telah terstandar sebagai museum tipe A, B, atau C.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Kebudayaan juga memaparkan empat agenda prioritas penguatan ekosistem permuseuman nasional, yakni penguatan museum sebagai infrastruktur pengetahuan dan pembelajaran publik, peningkatan relevansi museum bagi generasi muda, percepatan transformasi digital museum, serta penguatan pembiayaan dan kemitraan lintas sektor.
Sementara itu, Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin mengatakan museum mampu menjadi ruang yang menjembatani keberagaman cara pandang secara inklusif.
“Museum mengingatkan kita bahwa keberagaman cara pandang bukan alasan untuk terpisah, melainkan undangan untuk saling memahami dan melengkapi,” ujar Esti.
Pada rangkaian acara tersebut, turut diluncurkan Museum Passport yang diterbitkan BLU Museum dan Cagar Budaya bekerja sama dengan Paperina. Program ini mengajak masyarakat menjelajahi museum dan situs cagar budaya melalui pengumpulan stempel perjalanan budaya dan pencatatan pengalaman personal saat berkunjung.
Inisiatif tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi generasi muda agar kunjungan museum menjadi bagian dari gaya hidup berbudaya. Museum Passport ditargetkan mulai dapat diakses publik pada Juni 2026.


