Adapun kriteria penerima beasiswa meliputi:
-
Pencetak gol terbanyak
-
Runner-up pencetak gol terbanyak
-
Pemain terbaik
-
Runner-up pemain terbaik
-
Kiper terbaik
-
Runner-up kiper terbaik
-
Pemain dengan akhlak dan sikap terbaik (pilihan Komisi Wasit)
“Dengan demikian, setiap kelompok umur akan memiliki tujuh pemain terbaik yang berhak atas program pembinaan lanjutan tersebut,” jelas mBah Coco.
Berpeluang Dikirim ke Liga Profesional
Menariknya, masih kata mBah Coco para penerima beasiswa ini diproyeksikan untuk mendapatkan kesempatan berkarier di kompetisi profesional, yakni BRI Liga 1 Indonesia dan Pegadaian Liga 2 musim 2026-2027.
“Nilai beasiswa yang diberikan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp70 juta per pemain untuk durasi pembinaan sekitar tujuh hingga sembilan bulan. Jika dihitung secara keseluruhan, total dana yang digelontorkan untuk 14 pemain terbaik ini diperkirakan mencapai Rp240 juta hingga Rp540 juta,” urai mBah Coco.
Sosok di Balik Program Beasiswa
Program beasiswa ini dijelaskan oleh mBah Coco digagas oleh Zuchli Imran Putra, tokoh sepak bola asal Padang yang juga pendiri Diklat ISA Academy di kawasan Cibubur.
“Ia memiliki komitmen kuat dalam mendorong pembinaan usia muda agar mampu menembus level profesional,” tutur mBah Coco.
Sementara itu, Zuchli Imran Putra yang mendampingi mBah Coco mengakui bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak pemain.
“Karena itu, aspek sikap dan sportivitas menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian,” tandas Zuchli Imran Putra.


