Awal Perang dan Serangan Balasan Iran
Perang saat ini dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran. Operasi tersebut bertujuan menggulingkan kepemimpinan ulama Iran serta menghancurkan program nuklir dan rudal balistik negara itu.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke berbagai wilayah di kawasan tersebut, termasuk Israel. Menurut otoritas kesehatan Israel, serangan Iran sejauh ini telah menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya.
Komando Front Dalam Negeri IDF menyatakan bahwa serangan rudal Iran tidak hanya menyasar fasilitas militer dan infrastruktur penting, tetapi juga pusat-pusat permukiman penduduk.
Intensitas Serangan Menurun
Dalam beberapa hari terakhir, serangan Iran hanya terdiri dari sejumlah kecil rudal dalam satu waktu. IDF menilai Iran mulai kesulitan melakukan serangan besar yang terkoordinasi ke Israel.
Pada hari pertama perang, sekitar 90 rudal balistik ditembakkan ke Israel. Sehari kemudian jumlahnya turun menjadi sekitar 60 rudal.
Selama enam hari berikutnya, sekitar 20 rudal diluncurkan setiap hari dalam beberapa gelombang kecil. Pada Minggu dan Senin, jumlahnya bahkan kurang dari 20 rudal per hari, sebagian diluncurkan secara tunggal.
Sementara itu, IDF mengklaim telah menghancurkan atau melumpuhkan lebih dari 300 peluncur rudal balistik milik Iran melalui berbagai serangan udara. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 60 persen dari total persediaan peluncur rudal balistik Iran.


