Menurut dia, dukungan peserta, sekolah, dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan turnamen.
Edi menjelaskan, MLSC Surabaya Seri 2 merupakan kelanjutan dari Seri 1 yang sebelumnya digelar tahun lalu. Dari sisi jumlah peserta, terjadi peningkatan di kategori KU 10 meski ada sedikit penurunan di kategori KU 12.
Meski demikian, pihak penyelenggara optimistis jumlah peserta akan terus meningkat pada penyelenggaraan berikutnya.
Ia menilai semakin banyak peserta yang terlibat, maka peluang munculnya talenta-talenta baru sepak bola putri Indonesia juga semakin besar.
“Pembinaan dianggap berhasil jika jumlah peserta terus bertambah. Dari situ akan lahir lebih banyak pemain berbakat yang nantinya bisa berkembang hingga level nasional,” ujar Edi.
Ia menambahkan, kompetisi berjenjang seperti MilkLife Soccer Challenge diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem sepak bola putri Indonesia yang lebih matang dan kompetitif.
Sementara itu, perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, turut mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Arief, kehadiran turnamen sepak bola putri usia dini menjadi langkah positif dalam meningkatkan gairah sepak bola putri di Jawa Timur.
Ia berharap kompetisi semacam ini dapat terus digelar secara rutin agar pembinaan pemain muda berjalan berkesinambungan.
Dengan tingginya partisipasi peserta dan kualitas pertandingan yang semakin kompetitif, MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 dinilai berhasil menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit unggul sepak bola putri Indonesia sejak usia dini.


