“Aku dikasih ruang untuk chip-in, bukan cuma secara teknis, tapi juga emosional,” tulisnya di Instagram. “Terima kasih Pak Dipa dan Ko Ernest, yang ngizinin aku ikut main di balik layar.”
Sambutan yang Tidak Disangka
Special screening yang digelar di empat kota langsung menyulut antusiasme. Di media sosial, nama Tinggal Meninggal trending, disandingkan dengan pujian pada debut penyutradaraan Kristo dan akting cemerlang Omara.
“Double nominations FFI kayaknya bukan hal mustahil,” tulis akun @djaycoholyc.
“Indra kecil senang, karena ternyata dia gak sendirian,” kata Indra Herlambang, menyiratkan kedalaman emosi setelah menonton.
Apakah Kita Semua Gema?
Film ini bukan soal kematian, tapi tentang hidup yang terasa mati saat kita tidak pernah benar-benar dilihat. Gema adalah refleksi diam-diam banyak orang: generasi yang tumbuh besar tanpa validasi, lalu mencari pengakuan lewat cara yang aneh, menyedihkan, tapi nyata.
“Orang bilang Gema aneh. Tapi bukankah kita semua punya versi kecil diri kita yang masih ingin bicara?” tanya Omara.
Tinggal Meninggal akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Agustus 2025.Advanced ticket screening gelombang dua sudah dibuka di Jakarta, Medan, Denpasar, dan Balikpapan melalui aplikasi TIX ID.


