Novieta menuturkan, flagship program pengembangan kewirausahaan lain yang terintegrasi dan berkelanjutan yakni Program Pengembangan Lembaga Inkubator dan Inkubasi, Pengembangan Ekosistem Bisnis (eHub), Program Pembiayaan Wirausaha (Entrepreneur Financial Fiesta), dan Pendataan Wirausaha (Data Tunggal UMKM).
“Selain itu, KemenKopUKM juga memberikan akses fasilitasi program lainnya seperti pengembangan kapasitas usaha dan literasi keuangan bagi UMKM disabilitas,” jelas Novieta.
ParaPreneur Day sendiri menjadi bentuk kerja sama antara KemenKopUKM dengan salah satu peserta Entredev 2024 Parakerja yang bersinergi dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), yang berupaya untuk membantu kesetaraan disabilitas tuli.
“Harapannya ke depan Parakerja bisa berkreasi dalam berkolaborasi untuk kemandirian dan kemajuan usaha pelaku wirausaha disabilitas lebih luas lagi,” tutur Novieta.
Pada kesempatan yang sama, CEO Parakerja Rezki Achyana menyampaikan ParaPreneur Day dapat menjadi ajang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk mendukung tumbuhnya wirausaha dari komunitas tuli sehingga mampu mendukung perekonomian inklusif di tanah air.
“Kegiatan ini dapat memperkuat semangat berwirausaha dan menginspirasi teman-teman untuk berkembang, mengatasi tantangan, serta memanfaatkan peluang melalui inovasi dan strategi branding yang tepat, sekaligus mewujudkan inklusivitas dalam dunia usaha,” kata Rezki.
Kegiatan ParaPreneur Day sendiri diikuti oleh 65 peserta terpilih, dan berisi serangkaian acara mulai dari diskusi panel, mini training, hingga jejaring.


