“Lansia itu adalah bagian penting dan strategis. Tentu saja beliau-beliau itu memiliki pengalaman kebijaksanaan, serta kontribusi besar bagi keluarga dan juga lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kami dari Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk mendukung program pemberdayaan lansia agar tetap sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual,” jelas Pj. Gubernur Teguh.
Sekolah lansia hadir sebagai wadah pembelajaran yang inklusif seiring dengan visi Jakarta menuju kota global.
Program ini juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup melalui pendekatan smart, sehat, mandiri, aktif, dan produktif, dengan metode pendidikan berbasis digital yang sederhana dan mudah diakses.
Plt. Walikota Jakarta Timur Iin Mutmainnah menuturkan, kegiatan ini merupakan wujud pemerintahan yang inklusif melalui upaya peningkatan literasi digital.
Sehingga diharapkan, melalui sekolah lansia ini dapat meningkatkan angka harapan hidup bagi para lansia.
“Jadi pola pendidikan ini adalah pola pendidikan dengan tujuh dimensi lansia tangguh, mengandung unsur dari Undang-Undang Kesehatan Lansia. Kemudian juga memperhatikan aspek kesehatan, ada screening kesehatan, kemudian materi yang membuat para lansia ini lebih mandiri dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI Wihaji mengatakan, pihaknya ingin memastikan sekolah lansia ini sejalan dengan program kementerian. Ia menjelaskan, salah satu quick win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga adalah ’Lansia Berdaya’.


