Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen POBSI DKI Jakarta dalam mendukung pengembangan olahraga biliar di berbagai kalangan, termasuk komunitas wartawan yang selama ini juga aktif dalam berbagai ajang olahraga nasional.
Selain memberikan dukungan teknis, jajaran Pengprov POBSI DKI Jakarta juga turut memberikan masukan terkait format pelaksanaan turnamen.
Junaedi Budiman bersama Ketua Pengprov POBSI DKI Jakarta Bayu Prasetyo dan Ketua Bidang Organisasi Dibyo Waluyo telah berdiskusi dengan Pengurus Harian PWI Jaya mengenai sejumlah aspek teknis penyelenggaraan.
Salah satu perhatian utama adalah kategori umum yang diperkirakan akan menghadirkan persaingan ketat karena menggunakan sistem handicap (HC).
Sistem tersebut dinilai mampu menciptakan kompetisi yang lebih seimbang sekaligus memberi kesempatan kepada peserta dengan kemampuan berbeda untuk bersaing secara kompetitif.
POBSI DKI Jakarta juga mengapresiasi keputusan Siwo Jaya membuka kategori umum dalam turnamen tersebut.
Langkah ini dianggap sejalan dengan upaya memperluas pembinaan dan meningkatkan popularitas olahraga biliar di masyarakat.
Di sisi lain, Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo menilai turnamen biliar ini dapat menjadi model penyelenggaraan kegiatan olahraga lain yang akan dipersiapkan menuju Porwanas 2027.
Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya menjadi arena seleksi atlet, tetapi juga bagian dari persiapan kontingen PWI Jaya menghadapi pesta olahraga wartawan tingkat nasional.
“Turnamen biliar ini bisa menjadi tolok ukur untuk penyelenggaraan event-event olahraga lainnya. Ada sekitar 14 hingga 15 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porwanas. Tentu kami berharap dapat mengirimkan atlet di seluruh cabang tersebut,” kata Kesit saat memberikan keterangan di Sekretariat PWI Jaya.


