Setelah gagal mempertahankan medali emas dalam cabang Indoor Hockey di SEA Games Kamboja 2023, tim negeri jiran tersebut langsung tancap gas dengan program latihan lebih awal.
“Thailand dan Malaysia saat ini menunjukkan ambisi yang besar. Mereka mengincar enam medali emas dari tiga nomor, yaitu Hockey Indoor, Hockey Outdoor, dan Hockey Five, baik putra maupun putri. Jadi, persaingan di SEA Games nanti akan sangat berat dan penuh tantangan,” tegas Yasser.
Merespons dinamika tersebut, PP FHI menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Timnas Hoki Indonesia melalui program pelatnas berkelanjutan.
Yasser memastikan bahwa usai Kejuaraan Piala Asia 2025, pelatnas tidak akan berhenti dan bahkan akan diperkuat dengan agenda uji coba internasional serta Training Camp (TC) di luar negeri.
“Kita ingin anak-anak menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat di luar negeri agar mental dan teknik mereka terus berkembang. Pilihannya saat ini antara India atau Australia. Kedua negara ini punya tradisi hoki yang kuat, prestasi dunia, dan banyak klub berkualitas,” ujarnya.
Menurut Yasser, dengan melakukan TC di negara-negara tersebut, para pemain Indonesia bisa menimba ilmu langsung dari kompetisi dengan pemain yang memiliki standar internasional.
Selain itu, adaptasi dengan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif diharapkan bisa mengasah ketajaman tim secara keseluruhan.
“Kalau ingin bersaing di level Asia dan ASEAN, kita harus keluar dari zona nyaman. Anak-anak perlu dibiasakan dengan tekanan tinggi dan permainan cepat, yang tidak bisa selalu didapatkan di dalam negeri,” tambahnya.


