Tak hanya itu, Pramono juga mengajak masyarakat memberdayakan ekonomi kreatif berbasis budaya Betawi sebagai bagian dari upaya pelestarian. Pelaku UMKM, menurutnya, perlu dibekali kemampuan pengemasan, pemasaran, dan strategi penjualan agar produk budaya Betawi semakin kompetitif.
“Supaya UMKM kita mulai belajar mengenai bagaimana pengemasan yang baik, penjualan yang baik, dan pemasaran yang baik,” kata Pramono.
Terkait sosok M.H. Thamrin, Pramono mengajak warga Jakarta meneladani nilai perjuangan sang pahlawan nasional, khususnya dalam menjunjung keadilan dan martabat bangsa.
“M.H. Thamrin mengingatkan kita bahwa Betawi bukan hanya soal budaya, tetapi juga melahirkan pejuang yang menjunjung tinggi keadilan dan martabat bangsa,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur DKI Jakarta beserta jajaran.
“Terima kasih kepada Gubernur, Bang Anung, dan seluruh jajaran yang telah membantu memfasilitasi serta bersedia hadir bersama kami. Kehadiran ini semakin memperkuat makna silaturahmi kita sore hari ini,” ujar Fauzi.
Silaturahmi Akbar Kaum Betawi turut dihadiri Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, ulama, budayawan, serta tokoh-tokoh Betawi.
Melalui kegiatan ini, Pramono berharap Jakarta dapat terus melangkah sebagai kota global tanpa kehilangan akar budayanya.


