Pelaksanaan HBKB Rasuna Said berlangsung setiap pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Untuk menunjang kelancaran kegiatan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 10 rute pengalihan lalu lintas, empat lokasi parkir off street dengan kapasitas 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor, serta akses transportasi umum yang terintegrasi melalui tujuh rute Transjakarta Jabodebek dan dua rute LRT.
Khusus untuk akses menuju Kedutaan Besar Arab Saudi, pemerintah menyiapkan kanalisasi satu lajur dari Jalan Karet Raya hingga pintu masuk kedutaan. Kendaraan yang melintas di jalur tersebut diarahkan menggunakan kendaraan listrik atau kendaraan ramah lingkungan.
Tidak hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi, HBKB Rasuna Said juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan melalui gerakan pilah sampah dari sumber. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Parade Pilah Sampah sepanjang 1,8 kilometer di kawasan Epicentrum Rasuna Said yang melibatkan komunitas dan pegiat lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta menyediakan 30 tempat sampah terpilah, dua truk sampah anorganik, fasilitas penimbangan sampah, serta petugas kebersihan yang disebar di seluruh area kegiatan. Program tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, BUMD, komunitas lingkungan, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.
Pramono menegaskan bahwa budaya memilah sampah harus menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan pemerintah. Menurut dia, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan sekitar.


