“Apa yang ingin kami lakukan adalah menjadikan pilah sampah sebagai perilaku sehari-hari masyarakat. Bukan hanya karena ada Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, tetapi memang menjadi gerakan bersama. Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Duta Pilah Sampah DKI Jakarta, Cinta Laura, mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk lebih aktif menjaga lingkungan. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Sebagai generasi muda, kita sering mengeluh tentang jalanan yang kotor, polusi udara, atau persoalan sampah. Namun, yang seharusnya kita lakukan bukan menyalahkan, melainkan mengubah kebiasaan dan menyadari bahwa kita juga bagian dari masalah yang harus ikut memberikan solusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan sampah tidak selesai hanya dengan membuangnya ke tempat sampah. Sampah perlu dipilah dengan benar agar dapat dikelola dan didaur ulang secara optimal.
Cinta berharap keberadaan HBKB Rasuna Said tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Masalah lingkungan pada dasarnya adalah masalah kemanusiaan. Saya berharap ruang publik seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih sering bergerak, berinteraksi, dan bersosialisasi sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik,” pungkasnya.|Foto : Dinas Kominfotik


