Ia menilai kepengurusan saat ini menunjukkan komitmen dalam membangun sistem pembinaan dan tata kelola organisasi yang sesuai standar internasional.
“FCA memberikan apresiasi terhadap PB IKASI yang terus membangun olahraga Indonesia. Dan FCA akan memberikan dukungan penuh,” tegasnya.
PB IKASI di bawah Amir Yanto sebelumnya telah menerima recognize letter dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia). Pengakuan tersebut memperkuat legitimasi organisasi sebagai induk resmi cabang olahraga anggar di Tanah Air.
Secara internasional, PB IKASI juga tercatat sebagai anggota resmi Federation Internationale d’Escrime (FIE) dan FCA sesuai statuta FIE.
Status tersebut membuka peluang lebih luas bagi Indonesia untuk terlibat dalam agenda-agenda strategis anggar dunia.
Bahkan, Indonesia melalui PB IKASI mendapatkan mandat khusus dari Presiden FCA untuk menjadi tuan rumah Kongres FIE dan FCA 2027 di Bali.
Penunjukan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dalam pertemuan dengan Sheikh Salem di markas NOC Indonesia.
Mandat itu menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dipercaya tidak hanya sebagai tuan rumah kejuaraan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan strategis anggar internasional.
Di sisi lain, dukungan terhadap Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 juga datang dari mantan atlet nasional Silviana Kristina.
Peraih medali perunggu Asian Games Beijing 1990 tersebut menilai kejuaraan ini memberikan dampak positif bagi regenerasi atlet anggar Indonesia.


