
Perjuangan keras harus dilakukan oleh Randy karena harus menghadapi berbagai faktor hambatan yaitu, panas terik matahari, harus membawa peralatan sendiri karena panitia tidak mengijinkan pemain membawa golf caddie, hujan deras yang membuat lapangan basah sehingga bola sulit untuk dipukul dan sulit menggelinding diatas fairway, atau green area.
Tekanan mental bagi para pegolf juga sangat tinggi karena saat mereka sedang on fire, justru pertandingan harus dihentikan di tiga hole terakhir karena hujan deras dan petir. Akibatnya mereka harus kembali membangun konsentrasi dan pelemasan otot yang sudah mendingin karena suspend terjadi dua kali hanya dalam waktu 3 jam terakhir.
“Harus semangat di hole terakhir karena pointnya hanya beda satu dengan Amadeus Christian Susanto, apalagi bola saya masuk bunker sehingga aku harus main save saja agar aman untuk memenangkan Kejurnas 2024,” ujar Randy.
Dengan berbagai hambatan yang ada, membuat setiappegolf harus pandai pandai memilih strategy permainan di akhir pertandingan. Randypun memilih pola permainan yang aman agar posisinya saat memimpin dengan 7 pukulan dibawah PAR tidak terkejar oleh pemain lainnya.

“Sebenarnya game plane setelah suspend karena hujan itu aku main aman saja karena tinggal 3 hole dan tertinggal 3 struck aku berusaha main baik saja yaitu fairway green, fairway green, tapi ternyata ada kecelakaan di hole 16, second shootnya aku agak crowded sedikit sehingga aku kena pinalti dan bogey,” tambah pegolf yang masuk Timnas Golf Indonesia ini.


