JAKARTA,TERMINALNEWS.CO— Perayaan ulang tahun ke-31 Indosiar menjelma menjadi malam yang tidak sekadar meriah, tetapi sarat makna. Di bawah sorot cahaya panggung yang megah, Rhoma Irama berdiri sebagai simbol perjalanan panjang musik Dangdut sekaligus saksi pertumbuhan sebuah stasiun televisi yang terus menempatkan nilai kemanusiaan di jantung hiburannya.
Bagi Rhoma Irama, kehadirannya di panggung HUT Indosiar di Studio 6 Emtek City,Daan Mogot ,jakarta barat,sabtu(10/1)bukan hanya nostalgia, melainkan kebanggaan. Ia menilai Indosiar berhasil menjaga kreativitas dan inovasi tanpa kehilangan kepedulian sosial. Dalam perayaan kali ini, Rhoma melihat jelas wajah lain televisi bukan sekadar ruang hiburan, tetapi wadah empati, edukasi, dan keberpihakan pada masyarakat kecil.
Momen yang paling mencuri perhatian adalah kolaborasi lintas generasi antara Rhoma Irama dan JKT48. Dipertemukan dalam format yang tidak lazim bahkan dari studio berbeda kolaborasi tersebut menjadi simbol dialog musikal antar zaman. Rhoma mengaku justru menikmati tantangan itu. Baginya, berkolaborasi dengan generasi Z adalah cara menjaga musik tetap hidup dan relevan, tanpa harus meninggalkan akar.
“Ini tantangan yang menyenangkan dan harus dijalani dengan kesungguhan,” tutur Rhoma, yang bahkan rela mendalami koreografi demi menampilkan kolaborasi terbaik.
Atmosfer perayaan kian terasa ketika tata panggung, pencahayaan, dan antusiasme penonton menyatu dalam satu ritme. Rhoma menyebut penataan acara malam itu sebagai sesuatu yang “luar biasa” sebuah standar baru bagi perayaan televisi nasional yang berkelas dan memikat secara visual.


