“Dalam simulasi top of mind untuk mengukur tingkat elektabiltas para bakal calon gubernur dilakukan tanpa menyodorkan nama-nama calon gubernur kepada para responden,” kata Lubis.
LKPI, lanjutnya, juga melakukan uji simulasi 5 kandidat calon Gubernur Gorontalo melalui pertanyaan tertutup dengan meyodorkan nama bakal calon gubernur. Hasilnya mantan Wakil Gubernur periode 2010–2012. Tonny Uloli kembali unggul dengan perolehan survei 28,6 persen.
Selanjutnya, masih diikuti Marten Taha di angka 20,3 persen, Nelson Pomalingo 19,4 persen, Ida Syahidah 10,1 persen, Gusnar Ismail 8,4 pereen dan tidak memilih 13,8 persen. Sementara itu, pada simulasi 4 kandidat calon gubernur Gorontalo dengan tingkat elektabilitas, Tonny Uloli masih tetap unggul dengan perolehan survei sebesar 35,7 persen.
Kemudian diikuti Marten Taha diangka 24,2 persen dan Nelson Pomalingo 23,6 persen serta Ida Syahidah yang merupakan istri mantan Gubernur Gorontalo diangka 11,4 persen, dan yang tidak memilih 5,1 persen. Sementara itu, juga dilakukan uji simulasi untuk mengukur tingkat elektabilitas dengan meyodorkan lima nama yang dicalonkan oleh Partai Golkar.
Di antaranya seperti Idah Syahida, Syarif Mbuinga, Marten Taha, Roem Kono, dan Tonny Uloli, dengan pertanyaan tertutup. Hasilnya data survei menunjukan nama Tonny Uloli memiliki tingkat keterpilihan tertinggi di angka 37,2 persen, Marten Taha 24,2 persen, Roem Kono 10,2 persen, Ida Syahida 8,3 persen, Syarif Mbuinga 6,4 persen, dan yang tidak memilih sebanyak 13,8 persen.


