“Para santri, ustad, ulama, dai, harus paling depan untuk memberantas hoaks, karena dia yang memahami dalil,” ujar Habib Nabiel Almusawa, yang juga menjadi Dewan Syuro Majelis Rasulullah SAW.
Habib Nabiel menegaskan, para santri memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah terjadi tanpa adanya perjuangan yang dimotori oleh para ulama dan para habaib.
Contohnya Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Teuku Umar, Sultan Hamid Al-Gadri, KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan pejuang dari kalangan santri, habaib dan ulama.
“Jadi, kalau dikatakan apa peran santri bagi Indonesia? Mashallah, peran yang luar biasa dari dulu membentuk karakter bangsa,” ucap pengurus pusat Rabithah Alawiyah, organisasi yang menaungi para keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia.
“Jadi jangan sampai santri Indonesia itu kalah dengan para scientist, para akademisi, dan lain-lain, karena antara santri dengan juga para ilmuwan, itu sama, jangan merasa minder, jadi santri harus terdepan.”
Mantan Anggota DPR periode 2009-2014 ini mengimbau masyarakat untuk mengawal dan mendoakan para pemimpin bangsa, daripada suudzon atau berprasangka buruk yang dapat memperkeruh suasana dan memecah belah anak bangsa.
“Kalau doain sultan (pemimpin), semua dapat (kebaikan). Kalau sultannya bagus, baik, jujur adil, pro rakyat, maka masyarakatnya, ulama, akademisinya, bisnisnya semua bakal dapat baik,” kata Habib Nabiel.
Habib Nabiel berharap, apa yang direncanakan, yang diprogramkan untuk kesejahteraan masyarakat, dapat berjalan dengan baik.


