Anggaran Keamanan Tembus 1 Miliar Dolar AS
Pemerintah AS melalui FIFA World Cup Grant Program telah menggelontorkan 625 juta dolar AS untuk keamanan Piala Dunia. Ditambah dana dari pemerintah federal, total anggaran pengamanan turnamen ini menembus lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun.
Dana tersebut akan difokuskan pada pengamanan aparat penegak hukum, keamanan siber, serta kesiapan respons darurat.
Ketua White House Task Force Piala Dunia, Andrew Giuliani, menyebut komitmen ini sebagai “salah satu pengerahan sumber daya keamanan terbesar yang pernah dilakukan untuk satu acara”.
Pengamanan Fisik dan Isu Imigrasi
Sejumlah kota di AS juga telah memasang barikade logam untuk melindungi pejalan kaki, menyusul insiden serangan kendaraan di New Orleans pada Tahun Baru 2025. Beberapa penghalang tersebut diklaim mampu menghentikan kendaraan berbobot lebih dari satu ton dengan kecepatan 48 km/jam.
Namun, kebijakan imigrasi AS turut menjadi sorotan. Sejak menerapkan kebijakan anti-imigrasi yang ketat, hampir tiga juta orang telah dideportasi, sementara ribuan lainnya ditangkap oleh agen ICE (Immigration and Customs Enforcement).
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri menjelang Piala Dunia, terlebih setelah pemerintahan Trump memberlakukan larangan visa terhadap 21 negara, termasuk beberapa peserta Piala Dunia seperti Iran, Brasil, Kolombia, dan Mesir.
Dengan berbagai tantangan tersebut, Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi ajang olahraga terbesar, tetapi juga ujian besar bagi sistem keamanan dan kebijakan publik Amerika Serikat.


