Langkah Aziz berlanjut hingga semifinal dan memastikan medali perunggu bagi Indonesia. Meski akhirnya harus mengakui keunggulan wakil Amerika Serikat, Gun Youngsuk Ethan, perjuangan Aziz menunjukkan daya saing atlet Merah Putih di level internasional.
Sementara itu, Khavka Zhaviv membuka turnamen dengan kemenangan atas atlet tuan rumah Australia sebelum terhenti di babak 16 besar oleh wakil Chinese Taipei. Muhammad Raihan Fadhilah juga harus mengakhiri langkahnya pada fase yang sama setelah menghadapi atlet Arab Saudi. Adapun M. Rizal belum mampu melangkah jauh di nomor poomsae individual putra.
Manajer Pelatnas Taekwondo Indonesia, Adhy Ariansyah, menegaskan bahwa keikutsertaan di WT President’s Cup Oceania merupakan bagian dari program jangka panjang menuju multi-event internasional.
“President Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas Taekwondo Indonesia dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada bulan Oktober serta SEA Games Kuala Lumpur 2027,” ujar Adhy.
Menurutnya, kejuaraan internasional seperti ini tidak hanya berfungsi untuk mengejar prestasi, tetapi juga meningkatkan ranking dunia dan menambah pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik dunia.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra. Ia menilai turnamen internasional menjadi sarana penting bagi atlet-atlet Indonesia untuk memperkuat posisi dalam ranking dunia sekaligus meningkatkan kualitas kompetitif mereka.
Perjuangan tim Indonesia belum berakhir di WT President’s Cup Oceania. Sehari setelah turnamen tersebut berakhir, para atlet kembali bertanding dalam Australia Open 2026 yang berlangsung pada 20-21 Juni di lokasi yang sama.


