Henny dan beberapa pedagang lainnya menilai pembagian bantuan yang disamakan antara kios terdampak dan tidak terdampak sebagai tindakan yang kurang tepat Menurutnya, bantuan seharusnya diprioritaskan bagi pedagang yang benar-benar kehilangan tempat usaha dan seluruh aset dagangnyaD
Sejumlah pedagang bahkan mengaku terpaksa gulung tikar karena tidak memiliki modal untuk kembali berjualan dan trauma. Bantuan yang diterima tidak cukup untuk menyewa tempat baru, membeli peralatan, maupun mengisi kembali stok bahan dagang. Banyak pula yang nekad berhutang agar bisa cepat buka kembali yang seharusnya hal ini tidak mereka alami.
Di sisi lain, para pedagang mengaku belum melihat langkah tegas dari pemerintah daerah untuk mengevaluasi persoalan ini. Mereka menilai pemerintah terkesan diam dan membiarkan konflik internal pedagang terus berlarut dan tidak peduli dengan Pedagang kecil.

Pedagang Kalibata berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan memberikan perhatian dan pemulihan serta evaluasi pembagian bantuan, serta menghadirkan solusi konkret agar para pelaku UMKM yang benar-benar terdampak dapat kembali bangkit dan mencari nafkah secara layak untuk makan sehari – hari.
Tragedi Kalibata kini tak hanya meninggalkan luka fisik, trauma dan ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan keadilan sosial yang hingga kini belum terselesaikan.


