LONDON, TERMINALNEWS.CO – Chloe Kelly telah menegaskan statusnya sebagai salah satu pesepak bola wanita terbaik sepanjang masa Inggris.
Ia menjadi sosok penentu di dua momen paling bersejarah bagi timnas Inggris — dan tak banyak pemain yang bisa seberani dan setenang dirinya dalam situasi krusial.
Setelah mencetak gol kemenangan dramatis di menit ke-110 saat final Euro 2022 melawan Jerman di Wembley, Kelly kembali jadi penentu nasib The Lionesses empat tahun kemudian di Euro 2025.
Dalam laga final yang berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan, pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Kiper Hannah Hampton tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial, dibantu catatan taktik yang dibawanya. Lalu tibalah giliran Kelly.
Tanpa ragu, ia mengirim bola ke gawang dengan kecepatan 110 km/jam — memastikan Inggris kembali meraih gelar juara Eropa.
Salah satu pesepak bola paling “clutch” (penentu di saat krusial) yang dimiliki Inggris ini tentu memiliki panutan sejak kecil. Jika banyak pemain seusianya mengidolakan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, Kelly justru terinspirasi oleh sosok yang lebih “niche”: Bobby Zamora.
Bobby Zamora, Idola Masa Kecil Chloe Kelly
Kelly, yang tumbuh besar di Ealing, merupakan penggemar berat Queens Park Rangers (QPR) — klub yang juga didukung oleh keluarganya. Bahkan, ia sempat menimba ilmu di akademi QPR.

Setelah membawa Inggris juara Euro 2022, Kelly mengungkap bahwa Zamora adalah sosok yang sangat menginspirasinya. Ia bahkan mengingatkan keluarganya akan momen legendaris Zamora sebelum final Euro.
“Saya bilang ke keluarga, satu momen terbaik saya di Wembley itu saat Bobby Zamora mencetak gol buat QPR,” kata Kelly kepada TalkSport. “Saya bilang pagi ini, bayangkan kalau kita punya momen Bobby Zamora, dan itu saya… dan sekarang itu benar-benar terjadi!”
“Gila banget! Nggak bisa dipercaya! Ini benar-benar mimpi jadi kenyataan!”
Zamora dikenal luas di kalangan fans QPR karena gol penentu yang ia cetak pada final play-off Championship 2014 ke gawang Derby County.
Gol di menit-menit akhir itu membawa QPR promosi ke Premier League — dan menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah klub. Kelly, yang saat itu baru berusia 16 tahun, menyaksikan langsung momen tersebut dari tribun Wembley.


