Komitmen tersebut juga ditegaskan oleh Pratikno. Menurutnya, revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu prioritas nasional dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp13,28 triliun untuk pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan di berbagai daerah. Program itu terus dilanjutkan karena dinilai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Sementara itu, Kuswara menjelaskan revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor didukung anggaran sekitar Rp5,5 miliar untuk pekerjaan fisik dan pengadaan mebel.
Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen. Dari total 23 ruang kelas yang direvitalisasi, sebelas ruang sudah selesai dan digunakan, sementara sisanya memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Dampak positif revitalisasi juga terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah. Kepala MTsN 1 Kota Bogor, Ahmad Tarmiji, mengungkapkan jumlah pendaftar tahun ini melonjak hingga 681 siswa, sementara daya tampung hanya sekitar 320 siswa.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap madrasah.
“Dulu madrasah sering dipandang sebelah mata. Sekarang masyarakat semakin percaya dan menjadikan madrasah sebagai pilihan utama pendidikan bagi anak-anak mereka,” katanya.
Senada dengan itu, Dedie A. Rachim menilai peningkatan fasilitas pendidikan akan memperkuat posisi madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Kota Bogor.


