Ketertarikan Bahlil terhadap lagu “MBG” bukan tanpa alasan. Lagu tersebut telah menjadi fenomena di media sosial dan digunakan oleh banyak kreator konten. Bahkan, Bahlil mengaku kerap mendengar lagu itu hingga membuat keluarganya ikut menertawakannya.
“Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah tapi setiap pagi dengar lagu ini. Anak saya aja ketawain saya,” ujarnya.
Alih-alih merasa terganggu, Bahlil justru melihat fenomena tersebut sebagai bentuk kreativitas masyarakat yang patut dihargai. Ia menilai media sosial telah membuka ruang baru bagi anak muda untuk berkarya, selama tetap berada dalam koridor yang positif dan tidak menyinggung isu sensitif seperti SARA.
Menurut Bahlil, kreativitas warganet merupakan bagian dari dinamika yang harus diterima oleh siapa pun yang berada di ruang publik.
“Ya risiko jadi pejabat publik harus menerima semuanya,” katanya.
Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” sendiri diketahui dibuat dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Liriknya disusun dari kumpulan komentar netizen tentang Bahlil yang kemudian diolah menjadi lagu bernuansa jenaka. Salah satu versi yang paling populer dibawakan oleh influencer Sania Leonardo melalui akun @panggilakubambang dan telah meraih puluhan juta penayangan.
Sementara itu, akun TikTok @VOKALIS_NETIZEN disebut sebagai pihak yang pertama kali mengunggah versi lagu tersebut dengan mengolah komentar-komentar warganet menjadi lirik yang kemudian viral di berbagai platform.


