Brace yang dicatatkan Concha menegaskan ketajamannya sebagai bomber andalan Garudayaksa. Skor 4-0 membuat pertandingan praktis sulit dikejar tim tamu.
Pelatih Garudayaksa kemudian menarik keluar Andik Vermansyah yang tampil impresif sepanjang laga.
Ia digantikan oleh Brian Fatari untuk menjaga intensitas serangan sekaligus memberi kesempatan rotasi pemain. Meski begitu, dominasi tuan rumah tetap terjaga.
Persekat Tegal sejatinya berupaya bangkit di sisa laga. Namun, pergerakan mereka kerap terhenti akibat kehilangan bola di lini tengah.
Upaya membangun serangan balik selalu kandas oleh kedisiplinan pertahanan Garudayaksa.
Dengan ketertinggalan empat gol, Laskar Ki Gede Sebayu tampak kesulitan menemukan ritme permainan. Walaupun tidak menyerah hingga akhir pertandingan, Persekat tetap gagal mencetak gol balasan.
Tambahan waktu delapan menit tak mampu mengubah keadaan. Wasit pun meniup peluit panjang dengan skor akhir 4-0 untuk kemenangan Garudayaksa FC.
Hasil ini menegaskan Garudayaksa FC sebagai salah satu kandidat kuat juara Championship musim ini. Dalam dua laga awal, mereka sukses mencetak enam gol tanpa sekalipun kebobolan.
Berdasarkan klasemen sementara Grup Barat Championship 2025/2026, Garudayaksa kokoh di puncak dengan 6 poin dari 2 pertandingan.
Di bawahnya, FC Bekasi City, Adhyaksa FC, dan Sumsel United sama-sama mengoleksi 3 poin, namun baru memainkan satu laga.
Kemenangan besar ini bukan hanya memberi tambahan tiga poin, melainkan juga meningkatkan moral tim Garudayaksa.
Dukungan penuh dari ribuan suporter di Stadion Pakansari membuat atmosfer pertandingan semakin memanas dan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain.


