Gito Daglog : Kisruh Distribusi Royalti: Saat Data Tak Akurat Menggerus Hak Pencipta

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Polemik distribusi royalti musik kembali mencuat. Persoalan klasik soal ketepatan data acuan hingga pembagian hak atas lagu cover dinilai menjadi akar carut-marut perhitungan royalti yang dirasakan belum sepenuhnya adil bagi para pencipta lagu.

Gito Daglog dari Asosiasi Bela Hak Cipta & LMK TRI menilai, persoalan bermula dari sumber data distribusi yang belum komprehensif. Selama ini, platform digital seperti YouTube disebut belum sepenuhnya dijadikan acuan utama, padahal kontribusinya signifikan. YouTube diketahui membayarkan 7 persen untuk Performing Right (PR) dan 7 persen untuk Mechanical Right (MR). Skema ini bahkan pernah berubah, dari 4 persen–8 persen hingga 11 persen untuk masing-masing hak.

Menurut Gito, menjadikan YouTube sebagai basis data distribusi akan menjawab keluhan banyak pencipta lagu yang karyanya tidak masuk kategori populer di radio, televisi, atau karaoke. “Prinsip dasar Performing Right adalah setiap lagu yang dipublikasikan wajib diperhitungkan royaltinya. Bukan hanya yang sering diputar,” ujarnya.

Baca Juga :   Love & 10 Million Dollars, Drama Penuh Intrik dan Pengkhianatan Tayang di WeTV

Dengan sistem berbasis data digital yang terintegrasi, potensi data “unclaim” akibat tumpukan inquiry lagu dapat ditekan. YouTube, dengan sistem deteksi berbasis tautan dan metadata, dinilai mampu mengidentifikasi penggunaan lagu secara lebih detail. Tantangan yang tersisa, menurutnya, hanya pada karya pencipta yang belum tergabung dalam LMK (Lembaga Manajemen Kolektif).

UPA Ditiadakan, Dana Tanpa Tuan?

Persoalan kedua menyangkut penghapusan UPA (Unlock Performing Allocation). Gito menilai kebijakan ini berisiko jika tidak diiringi kewajiban pelaporan logsheet oleh seluruh pengguna lagu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Indonesia International Open 2026 Hadirkan Juara Dunia Biliar ke Jakarta

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO – Indonesia International Open 2026 kembali digelar...

Forum Wartawan Kebangsaan Desak Prabowo Evaluasi Total Program MBG Usai Kasus Korupsi BGN

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO — Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan...

6 Alasan Mengapa Banyak Keluarga Upgrade ke Mobil SUV

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO - Sudah bertahun-tahun lamanya, jenis mobil Multi...

Kemenpar Genjot Pariwisata Premium, Bidik Wisatawan Domestik Kelas Atas Berlibur di Indonesia

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO – Kementerian Pariwisata terus memperkuat ekosistem pariwisata premium nasional...