Eko juga menekankan pentingnya kolaborasi antara IPF dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, KONI, serta komunitas olahraga, untuk mempercepat perkembangan pickleball di Tanah Air.
Munas IPF 2026 sekaligus menjadi momentum konsolidasi nasional bagi seluruh pengurus provinsi. Dalam forum tersebut, para peserta sepakat untuk menyatukan visi dan misi dalam mengembangkan pickleball sebagai olahraga yang inklusif, kompetitif, dan berprestasi.
Kesepakatan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap program kerja yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan terukur. Dengan demikian, IPF diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Dalam lima tahun ke depan, kepemimpinan Nazaruddin diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi perkembangan pickleball Indonesia. Tidak hanya dari sisi organisasi, tetapi juga dalam hal peningkatan kualitas atlet dan prestasi di tingkat internasional.
Dengan dukungan penuh dari seluruh pengurus provinsi serta sinergi dengan berbagai pihak, IPF optimistis dapat memperluas jangkauan olahraga ini sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di kancah global.
Terpilihnya Nazaruddin secara aklamasi menjadi sinyal kuat bahwa seluruh elemen organisasi memiliki kepercayaan dan harapan besar terhadap kepemimpinannya. Ke depan, tantangan utama adalah mewujudkan target tersebut melalui kerja nyata dan program yang terukur.


