Ia juga menegaskan kepada para produsen agar tidak menyesatkan masyarakat dengan mengklaim kehalalan produk yang sebenarnya mengandung bahan haram. Pesan tersebut menjadi salah satu bentuk kepeduliannya terhadap perlindungan konsumen Muslim dan penguatan ekosistem halal nasional.
Dari Pesantren ke Puncak Akademik
Lahir dari keluarga sederhana di Ciamis, Maman Abdurahman tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kuat. Pendidikan dasar dan menengah ditempuhnya sambil memperdalam ilmu agama melalui kajian kitab kuning.
Perjalanan intelektualnya berlanjut ketika berguru kepada K.H.E. Abdurahman di Pesantren Persis Pajagalan Bandung. Setelah itu ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba).
Semangat menuntut ilmu membawanya melanjutkan studi magister di Sudan pada Khartoum International Institute for Arabic Language. Gelar doktor diraihnya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu alumni pesantren Persis pertama yang berhasil mencapai jenjang akademik tertinggi dalam pendidikan formal.
Kontribusinya dalam pengembangan ilmu hadis dan fikih Islam dituangkan dalam sejumlah karya ilmiah, antara lain Perkembangan Pemikiran Hadis, Peranan Ilmu Jarh dan Ta’dil Memelihara Hadis, Dinamika Fikih Islam, serta Teori Hadis.
Mendedikasikan Hidup untuk Pendidikan dan Umat
Selain aktif dalam organisasi keagamaan, K.H. Maman Abdurahman dikenal luas sebagai akademisi. Ia mengajar di Program Pascasarjana Unisba Bandung, menjadi dosen luar biasa Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.


