Di berbagai forum, almarhum kerap menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial. Saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Istiqlal pada 30 Juni 2023, ia mengingatkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari ajaran Islam.
Menurutnya, masih banyak masyarakat miskin yang membutuhkan uluran tangan mereka yang berkecukupan. Ia juga mengingatkan umat agar menjauhi gaya hidup berlebihan sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-A’raf ayat 31.
Kepergian K.H. Maman Abdurahman menutup perjalanan panjang seorang ulama, akademisi, dan pemimpin umat yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah, pendidikan, serta pengembangan pemikiran Islam di Indonesia. Namun, ilmu, karya, dan keteladanan yang ditinggalkannya akan terus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya K.H. Maman Abdurahman. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta ilmu dan amalnya menjadi warisan yang lestari bagi umat,” kata Fuad Nasar.|Sumber Kemenag RI


