JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein, mengusulkan pembaruan panduan penanganan darurat bencana agar memberikan perhatian lebih besar terhadap kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Menurut Rahmawati, kelompok rentan tersebut membutuhkan perlindungan yang berkelanjutan, mulai dari fase tanggap darurat hingga masa pemulihan pascabencana. Karena itu, aspek pemenuhan gizi perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam setiap tahapan penanganan bencana.
Usulan tersebut disampaikan dalam forum laporan publik kegiatan edukasi gizi di daerah bencana yang diselenggarakan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah.
“Memastikan kebutuhan balita saat darurat dan pemulihan sangat penting. Kondisi gizi anak pada masa pemulihan ditentukan oleh apa yang dilakukan sejak fase darurat,” ujar Rahmawati.
Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Aceh Tamiang yang hingga kini masih berada dalam masa transisi darurat meski bencana telah terjadi enam bulan lalu. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kelompok rentan tidak dapat dipisahkan antara fase darurat dan pemulihan.
Rahmawati yang juga menjabat sebagai Anggota Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah memiliki Panduan Operasional Pemberian Makanan bagi Bayi dan Anak dalam Situasi Darurat yang disusun Kementerian Kesehatan. Namun, berbagai pengalaman di lapangan menunjukkan perlunya penyempurnaan agar panduan tersebut lebih responsif terhadap tantangan pemulihan pascabencana.


