Ia berharap masukan dari berbagai organisasi kemanusiaan, kesehatan, dan kebencanaan yang terlibat dalam forum tersebut dapat menjadi bahan penyempurnaan panduan nasional penanganan bencana.
“Di masa pemulihan, makanan instan perlu dihentikan. Setiap dapur umum harus memiliki panduan yang jelas mengenai kebutuhan gizi kelompok rentan, terutama anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujar Budi.
Melalui pembaruan kebijakan dan penguatan edukasi gizi, para pemangku kepentingan berharap penanganan bencana di Indonesia tidak hanya berfokus pada penyelamatan jiwa, tetapi juga menjamin kualitas hidup kelompok rentan selama proses pemulihan berlangsung.


