JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Kementerian Pariwisata mendorong pengelola geopark dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan berbagai aspek secara optimal menjelang proses revalidasi Geopark Indonesia oleh UNESCO Global Geopark (UGGp).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa proses revalidasi UGGp serta validasi Aspiring UGGp tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi geopark sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.
“Geopark merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab,” ujar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut Widiyanti, geopark tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata berbasis alam, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian masyarakat lokal serta menjadi model pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa geopark memiliki tiga fungsi utama dalam pengembangan sektor pariwisata nasional, yaitu sebagai destinasi wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan, sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal, serta sebagai contoh integrasi antara pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Karena itu, pengembangan geopark sangat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” kata Widiyanti.
Target 17 Geopark Dunia
Pengembangan geopark juga menjadi bagian dari strategi nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029 yang menekankan pentingnya pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.


