Ia menyebut KOI telah mengkomunikasikan potensi perubahan ini kepada pengurus Pertina sejak awal.
“Kami sudah menyampaikan kepada Pertina sejak lama soal dinamika di olahraga tinju dunia. Hari ini, keputusan itu telah resmi diterapkan,” imbuhnya.
Meski keputusan ini membawa perubahan besar dalam struktur organisasi olahraga tinju nasional, KOI memastikan tidak akan meninggalkan para atlet yang selama ini bernaung di bawah Pertina.
Seluruh upaya akan diarahkan untuk memastikan keberlanjutan karier para petinju Indonesia, terutama dalam konteks partisipasi internasional.
“Para atlet tidak boleh jadi korban dari perubahan ini. Tugas kita sekarang adalah memastikan mereka tetap punya jalur untuk bertanding di kancah internasional,” tutup Oktohari.
Dengan dikeluarkannya Pertina dari KOI, masa depan olahraga tinju di Indonesia memasuki babak baru yang menuntut adaptasi cepat dan strategi pengelolaan yang kolaboratif.
KOI berkomitmen mengawal proses transisi ini demi menjaga eksistensi tinju nasional di panggung dunia.


