Di sisi lain, Kristo Immanuel tampil emosional saat menerima Best Film. Ia mengucapkan terima kasih kepada Imajinari dan menyampaikan harapannya agar semakin banyak film Indonesia yang berani mengangkat tema-tema seperti neurodivergence, kesepian, dan dinamika pengasuhan. “Semoga aku bisa terus membuat film-film yang membahas sesuatu yang serius dengan cara yang tidak serius,” ujarnya.
Validasi bagi Imajinari
Produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika, yang menerima penghargaan Best Film, menyebut kemenangan ini sebagai momentum penting bagi Imajinari dalam membuktikan bahwa film dengan narasi sederhana dan jujur tetap punya tempat di industri film nasional.
Tahun ini, Indonesian Screen Awards di JAFF dikurasi oleh tiga juri yang menilai karya-karya terpilih berdasarkan pendekatan artistik, kekuatan cerita, serta relevansi tematik. Para juri memuji Tinggal Meninggal sebagai satir modern yang berhasil menggambarkan cara manusia mencari hubungan dan pengakuan.
Para penonton yang belum sempat menyaksikan film ini di bioskop dapat mengikuti kabar terbaru seputar penayangan ulang atau rilis platform digital melalui akun media sosial resmi @tingning.official dan @imajinari.id.


