Sejumlah program strategis juga siap dilaksanakan pada tahun 2025 ini.
“Selain diberitakan media massa nasional, semua kinerja Pelti itu disajikan dalam Rakernas pekan lalu di Jakarta. Bahkan Timnas yunior Under-12 menjuarai Piala Asia dan Piala Oseania. Lalu, apa yang dipersoalkan kelompok tersebut?” tegas Sangkot.
Sementara itu, Ketua Pelti Sulawesi Selatan, Prof. Jamaluddin Jompa menilai gerakan kelompok ilegal tersebut sangat berbahaya, bukan hanya bagi dunia tenis nasional tetapi juga bagi dunia olahraga Indonesia.
Menurut Jamaluddin, manuver seperti dilakukan kelompok tersebut bukan hanya tidak sehat bagi iklim industri olahraga, namun juga akan sangat merusak hakikat olahraga yang menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, solidaritas, dan obyektivitas.
“Bagaimana menjelaskan munculnya desakan Munaslub kepada kepemimpinan Nurdin Halid yang baru berusia 6 bulan. Tidak ada pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Organisasi berjalan baik. Demikian juga program-program terkait turnemen tenis dalam negeri dan internasional di bawah naungan ATF dan ITF maupun timnas tenis yunior dan senior. Lalu, alasan untuk menggelar Munaslub apa?” demikian Guru Besar Unhas Prof Jamaluddin Jompa.
Prof Jamaluddin, yang juga Rektor Universitas Hasanuddin, mengaku heran dan bingung mengenai klaim forum ilegal tersebut yang menyebut 23 Pengprov Pelti mendukung Munaslub.
Fakta yang ia saksikan ialah 27 Pengprov Pelti se-Indonesia hadir dalam Rakernas Pelti yang digelar di Jakarta, 18-20 Januari 2025.


