LONDON, TERMINALNEWS.CO – Kelompok resmi pendukung LGBTQ tim nasional Inggris, Three Lions Pride, mengumumkan keputusan untuk memboikot Piala Dunia 2026.
Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam pernyataan resminya, Three Lions Pride menyoroti kekhawatiran serius terkait hak asasi manusia dan keamanan, khususnya di Amerika Serikat.
Situasi tersebut dinilai tidak kondusif bagi keselamatan para penggemar LGBTQ yang berniat hadir langsung ke stadion.

Kekhawatiran itu mencuat seiring kebijakan Presiden AS Donald Trump yang tahun ini menangguhkan visa imigran dari 75 negara, meski visa perjalanan tetap dikecualikan.
Namun, sejumlah negara seperti Iran, Haiti, Pantai Gading, dan Senegal—yang baru saja menjuarai Piala Afrika—masuk dalam daftar larangan perjalanan penuh atau sebagian.
Akibatnya, para pendukung dari negara-negara tersebut dipastikan tidak bisa menyaksikan langsung Piala Dunia 2026.
Selain kebijakan visa, Three Lions Pride juga menyoroti meningkatnya kehadiran agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu insiden yang disebut adalah tewasnya warga negara AS, Renee Nicole Good, yang ditembak mati agen ICE di Minnesota pada 9 Januari lalu.
Peristiwa tersebut memicu kritik luas setelah video-video lain memperlihatkan warga sipil ditarik paksa dari kendaraan mereka dengan tindakan yang dinilai agresif.
Kelompok yang memiliki lebih dari 350 anggota itu menilai situasi tersebut sebagai “kekhawatiran nyata terhadap hak asasi manusia” dan menyatakan tidak mampu menjamin keselamatan anggotanya.
“Piala Dunia 2026 sudah lama dinantikan oleh penggemar LGBT+, sejak tuan rumah diumumkan pada 2018. Ini diharapkan menjadi turnamen yang fokus pada sepak bola, bukan pada rasa takut terhadap keselamatan pribadi setelah beberapa edisi sebelumnya digelar di negara yang represif bagi komunitas LGBT+,” tulis Three Lions Pride dalam pernyataan yang diunggah di Facebook.


