“Jakarta butuh taman. Tapi Jakarta juga tidak boleh kehilangan denyut warganya yang menggantungkan hidup dari trotoar,” kata Dadam Mahdar, Plt. Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenparekraf yang mengamati isu kota dan ruang budaya.
Menuju Kota Manusiawi
Jakarta hari ini tidak lagi bisa dibangun dengan pendekatan sepihak. Kota modern bukan hanya soal bangunan tinggi dan taman estetis, tetapi tentang bagaimana ia memberi ruang bagi semua warganya untuk hidup, tumbuh, dan berdaya.
Relokasi Loksem Barito akan menjadi cermin: apakah Jakarta benar-benar menuju kota manusiawi yang memuliakan warganya — atau hanya sekadar menjadi kota yang rapi di permukaan, tetapi penuh luka di dalamnya.
Catatan Redaksi
Jika pembangunan adalah langkah maju, maka keadilan sosial adalah arahnya. Kota yang hebat bukan yang paling megah, tetapi yang paling berpihak pada manusianya.|Foto : Istimewa.


