Menata Tanpa Menggusur: Relokasi Loksem Barito Jadi Ujian Keadilan Ruang Kota

“Jakarta butuh taman. Tapi Jakarta juga tidak boleh kehilangan denyut warganya yang menggantungkan hidup dari trotoar,” kata Dadam Mahdar, Plt. Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenparekraf yang mengamati isu kota dan ruang budaya.

Menuju Kota Manusiawi

Jakarta hari ini tidak lagi bisa dibangun dengan pendekatan sepihak. Kota modern bukan hanya soal bangunan tinggi dan taman estetis, tetapi tentang bagaimana ia memberi ruang bagi semua warganya untuk hidup, tumbuh, dan berdaya.

Relokasi Loksem Barito akan menjadi cermin: apakah Jakarta benar-benar menuju kota manusiawi yang memuliakan warganya — atau hanya sekadar menjadi kota yang rapi di permukaan, tetapi penuh luka di dalamnya.

Baca Juga :   87 Aset Kendaran Kemenag Terjual di Jeddah,dikarenakan Tidak Layak Pakai

Catatan Redaksi

Jika pembangunan adalah langkah maju, maka keadilan sosial adalah arahnya. Kota yang hebat bukan yang paling megah, tetapi yang paling berpihak pada manusianya.|Foto : Istimewa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Herman Khaeron Tegaskan Revisi UU Perkoperasian Harus Komprehensif, Tidak Parsial

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman...

Farida Farichah Tekankan Koperasi Pesantren Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan

PONTIANAK, TERMINALNEWS.CO – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah...

Ruth Sahanaya Merangkai Warna Cinta Lewat “Pelangi”, Sebuah Perjalanan Rasa yang Hangat dan Nostalgik

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Setelah menghadirkan "Sebaris Lirik Cinta", penyanyi senior...

Rano Karno Siapkan Talenta AI Jakarta, Bidik Peluang Industri Konten Masa Depan

BALI,TERMINALNEWS.CO -| Jakarta terus mempersiapkan diri menghadapi gelombang transformasi...