
“Sekarang pelaku UMKM kita dorong membentuk badan usaha yang cocok seperti koperasi. Kalau sudah punya koperasi, tinggal kita bantu permodalan. Kami ada LPDB yang siap mendampingi, mengkurasi, menginkubasi, dan membiayai koperasi,” jelasnya.
Sebagai strategi untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa, pemerintah tengah menggelorakan program 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Melalui program ini diharapkan cita – cita para pendiri bangsa untuk mengembalikan sistem perekonomian berasas gotong royong dan kekeluargaan dapat kembali bangkit.
Ia memaparkan perjalanan koperasi yang sempat terpinggirkan setelah perubahan kebijakan ekonomi pada akhir 1990-an. Menurutnya, sistem pasar bebas kala itu menimbulkan stratifikasi sosial yang membuat pelaku ekonomi kecil, termasuk koperasi, tersisih.
“Itulah sebabnya Presiden Prabowo memberi amanah bahwa koperasi harus mengejar ketertinggalan dari BUMN dan swasta. Koperasi harus bergerak cepat,” katanya.
Dengan sinergi lintas Kementerian dan Lembaga secara simultan, saat ini program Kopdes/Kel Merah Putih siap beroperasi untuk tahap awal sekitar 30 ribu unit pada April 2026 mendatang. Kemudian secara bertahap akan dilanjutkan proses pembangunan aset fisiknya sehingga diharapkan pada akhir tahun 2026 seluruh Kopdes Merah Putih dapat beroperasi.


