“Nanti pada Mei sampai September akan ada gelombang kedua. Insyaallah Desember semuanya selesai,” katanya.
Ferry juga menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI dalam memastikan Kopdes berjalan efektif. Ia meminta agar gerai koperasi juga dapat memberikan ruang bagi produk lokal masyarakat untuk dapat dipasarkan.
“Kita prioritaskan produk lokal. Silakan bikin produk sendiri. Ini kesempatan untuk menjawab masalah masyarakat, termasuk lapangan kerja,” ujarnya.
Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih harus dipahami sebagai unit usaha yang harus menghasilkan keuntungan. Oleh sebab itu pengelolaannya harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab agar masyarakat sebagai anggota dapat benar-benar dapat merasakan manfaat dari Kopdes tersebut.
“Masyarakat desa juga harus jadi pelaku ekonomi, bukan hanya objek. Ini tugas kita bersama agar koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menjelaskan bahwa Purworejo Expo merupakan ajang penting untuk menampilkan dan mempromosikan produk unggulan daerah, terutama karya masyarakat dan koperasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Purworejo.
Yuli berharap Kopdes Merah Putih yang saat ini sedang diakselerasi pembangunan fisiknya di Purworejo mampu memperkuat tata niaga, meningkatkan nilai tambah, serta membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha di desa dan kelurahan.
“Kopdes diharapkan dapat memperkuat tata niaga dan membuka akses pasar. Dengan kebersamaan, pertumbuhan ekonomi inklusif dan kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan,” katanya.


